Home » Kaskus Hot Threaad » Sadou, Seni Minum Teh ala Jepang

Sadou, Seni Minum Teh ala Jepang

August 15th, 2012 Kaskus Hot Threaad

Mengenal Tata Cara Sadou Seni Minum Ocha

Sadou sebenarnya berasal dari China, kurang lebih 900 tahun yang lalu. Tetapi di China sendiri, menurut cerita sensei/guru, penerus Sadou sudah tidak ada lagi. Bisa dibilang, Sadou sudah punah. Sementara di Jepang, Sadou menjadi seni yang turun-temurun dan terus dilestarikan.

Minum teh ala Jepang atau Sadou memiliki tata cara sendiri. Saat meminum teh, posisi duduk dengan cara berselimpuh dengan menekuk lutut, seperti duduk saat sholat. Istilahnya seiza. Ini bikin kaki kram…. Namun ada caranya agar duduk ini menjadi lebih nyaman dengan diberi zabuton (bantalan untuk duduk)…Awas, ntar ketiduran deh…

Untuk mengambil cawan atau mangkuk pun ada aturannya. Meskipun rumit, tetapi tidak membuat kita bosan.

Setiap orang yang ikut dalam Sadou memiliki nama tersendiri.
Oshokyaku = tamu pertama, yang duduk di sebelah kanan kita.
Gozikyaku = tamu kedua
San kyaku = tamu ketiga
Yon kyaku= tamu keempat
Otsume = tamu terakhir atau yang duduk paling terakhir

Sebelum mulai minum teh, kita harus meminta ijin dulu kepada teman di samping kita sambil mengucapkan “osakini itadakimasu”. Artinya, saya duluan, ya, menikmatinya. Tamu di sebelah kita akan mengucapkan “dozou” atau silahkan. Setelah itu, kita meminta ijin kepada orang yang membuatkan teh untuk kita dengan berkata “chodai”. Yang artinya minta atau saya minta, yaa…..(wekkzzz, rumit amit). Orang tersebut akan menjawab “dozou” atau cukup dengan menunduk atau mengangguk….

Lalu, kita mengangkat cawan tersebut sambil diputar searah jarum jam. Posisinya dari arah jam tiga, ke jam enam, lalu jam sembilan. Setelah itu, teh diminum. Selesai minum teh, cawan kita putar berlawanan dengan arah jarum jam, ke arah jam tiga. Kira-kira begitu dech….

Usai meminum teh, cawan diputar-putar kembali sambil memperhatikan ornamen bunga atau kaligrafi yang ada di cawan dengan penuh perhatian.

Oh, iya, setelah kita, ada tamu kedua yang akan meminum teh. Ia juga menawarkan kepada kita dengan berkata “mo ippuku ikaga desuka”. Artinya, bagaimana kalau satu cawan atau mangkuk lagi. Lalu, kita menjawab “kekko desu” (sudah cukup) atau “kekko de gozaimasu” (sudah cukup, tetapi bahasanya sangat halus).

Berikut ini beberapa nama alat-alat yang digunakan dalam Sadou:
Okama = alat pemanas air
Mizu sashi = wadah air bersih buat ocha
Koboshi = tempat wadah untuk mencuci bekas teh
Onatsume = gelas tempat ocha
Ocha syaku = ocha untuk sado
Cha sen = alat buat mengaduk teh
Hisyaku = canting air
Senshu = kipas
Kaishi = tempat okashi/makanan untuk minum teh
Kashi kiri = alat pemotong kue
Ojiku = kaligrafi
Ikebana = rangkaian bunga

Oh iya, bunga untuk Sadou adalah bunga-bunga yang tumbuh liar di pegunungan atau pinggir-pinggir sungai. Jadi, tidak menggunakan bunga-bunga seperti mawar, tulip, lili, dan sebagainya.

Nah, itulah sedikit tentang Sadou atau seni minum Ocha…. Kira2 kalo mau menikmati Sadou di tanah air dimana yaaa??

Sumber

Leave comment for Sadou, Seni Minum Teh ala Jepang





Tags » ,

Related Post to Sadou, Seni Minum Teh ala Jepang

Konsep TV Internet dan TV Online Streaming

September 25, 2012
Televisi Internet memungkinkan pengguna untuk memilih konten atau acara televisi yang mereka ingin menonton dari arsip konten atau dari direktori channel. Dua bentuk menonton...

Sekilas TV Internet atau TV Online

September 14, 2012
Internet televisi (atau dikenal sebagai TV internet, atau TV Online) adalah distribusi digital konten televisi melalui Internet. TV internet tidak sama dengan Web video-...

Harry Potter Catat Rekor Penjualan tiket Bioskop

July 17, 2011
16 Juli (Bloomberg) – “Harry Potter and the Deathly Hallows, Bagian  2” mencatat rekor dengan $ 92.100.000 dalam penjualan tiket kemarin di pembukaan film...

Download Google Translate Offline untuk Android

May 3, 2013
Pengguna smartphone sudah bisa men- download Google Translate Offline untuk Android. Tak tanggung-tanggung, aplikasi ini walau tanpa koneksi internet, mandukung hingga 50 bahasa termasuk...